Serba pertama, senja
pun tiba. Buka mata satukan langkah, pikiran dan hati. Dan pasir pun mengukir kata.
Di bawah senja, mengukir larik rasa. Ku catat lagi kenangan itu dalam
tepekurku.
Kebenaran menjadi
lebih rumit ketika kusadar perasaan itu begitu kokoh termenung di tempatnya,
berat pindah ke lain hati.
Cinta tak pernah
gagal panen. Karena bahagia dan sedih itulah hasil permanen.
Cinta memang tak
terduga. Semua serba tiba-tiba. Datang, tiba-tiba, pergi tiba-tiba. Lalu,
datang lagi, pergi lagi. Akankah kamu datang sekali lagi, tiba-tiba?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar