Kamis, 17 Januari 2013

Perjalanan


Jatuh cinta dan patah hati memang serasi.
Ketika jatuh karena patah hati, cinta menautkannya kembali.
Ketika jatuh dan patah, bersyukurlah kita masih punya cinta dan hati.
Cinta tanpa hati, tak mungkin. Pasti jatuh dan patah sebelum waktunya.
Cinta dengan hati, meniadakan kejatuhan dan patahnya pondasi kebersamaan.
Ini cintaku, itu hatimu. Di satu waktu, kita akan bertemu, begitu saja.
Tapi tetap ku percaya, ini adalah perjalanan. Nikmati saja semuanya. Sekalipun menunggumu adalah belantara hutan tak bertepi.
Di balik pekat malam, ku titip doa di perjalanan yang kamu tuju, pertemuan kita, suatu ketika.

Autumn in January


Serba pertama, senja pun tiba. Buka mata satukan langkah, pikiran dan hati. Dan pasir pun mengukir kata. Di bawah senja, mengukir larik rasa. Ku catat lagi kenangan itu dalam tepekurku.
Kebenaran menjadi lebih rumit ketika kusadar perasaan itu begitu kokoh termenung di tempatnya, berat pindah ke lain hati.
Cinta tak pernah gagal panen. Karena bahagia dan sedih itulah hasil permanen.
Cinta memang tak terduga. Semua serba tiba-tiba. Datang, tiba-tiba, pergi tiba-tiba. Lalu, datang lagi, pergi lagi. Akankah kamu datang sekali lagi, tiba-tiba?